aUdiQ

Kamis, 26 November 2009

ARGUMENTASI 2012

Ketakutan kiamat akan terjadi pada 2012 telah merasuki seluruh dunia. Lalu dari mana kekhawatiran kiamat itu, dan landasan sains apa yang mendukung teori itu?

Teori bumi akan kiamat 2012 banyak dipengaruhi oleh legenda suku Maya yang dimulai pada 3.114 SM. Bangsa Maya membuat kalender ‘hitungan panjang’ yang berlangsung selama 5.125 tahun dan akan habis pada pada 21 Desember 2012 atau tiga tahun dari sekarang yang berarti akhir dari bumi.

Cerita legenda kiamat Maya itu bukan cerita baru. Pada 1960-an, seorang sarjana menulis sebuah buku berdasarkan ramalan bangsa Maya itu, bahwa Armageddon akan datang ketika kalender itu habis dan lahir gerakan baru.

Beberapa suku di Guatemala, masih menggunakan kalender hitungan panjang itu. Orang yang percaya kiamat mengatakan, bahwa bangsa Maya tahu sesuatu yang besar akan terjadi pada 2012.

Teori kiamat akan terjadi pada 2012 juga berhubungan dengan tabrakan antar planet. Banyak orang percaya, NASA menyembunyikan informasi sebuah planet yang sedang dalam jalur akan menabrak bumi. Teori tabrakan itu berdasarkan klaim akan munculnya planet Nibiru yang seharusnya ditemukan bangsa Sumeria dan akan menabrak bumi.

Bencana tabrakan planet itu awalnya diprediksi akan terjadi pada Mei 2003. Namun karena pada tanggal itu tidak terjadi apa-apa, maka ramalan diundur menjadi Desember 2012.

Ancaman lain adalah bahaya badai matahari raksasa yang diperkirakan puncaknya pada 2012. Aktivitas badai matahari ini memiliki sebuah siklus, dengan puncak kira-kira setiap 11 tahun.

Saat mencapai puncaknya, jilatan api matahari dapat menyebabkan gangguan komunikasi satelit, meskipun insinyur telah belajar bagaimana membangun perangkat elektronik yang aman dari sebagian besar badai matahari namun jutaan perangkat eletronik bisa terancam rusak.

Teori kerusakan bumi lain adalah adanya pergeseran kutub. Kerak bumi disebut akan melakukan rotasi 180 derajat sekitar inti. Beberapa website menyebut adanya hubungan antara rotasi dan polaritas magnetik bumi, yang berubah tidak beraturan dengan pembalikan gaya tarik bumi setiap 400.000 tahun sekali.

Lalu apakah bumi memang sedang terancam? NASA membantah hal itu, karena pembalikan rotasi bumi tidak mungkin terjadi. Ilmuwan peneliti senior NASA Don Yeomans menyebut memang ada gerakan dari benua secara perlahan, misalnya Antartika berada di dekat khatulistiwa ratusan juta tahun yang lalu, tetapi itu tidak relevan dengan klaim kebalikan rotasi.

Selain itu NASA menegaskan pembalikan magnet juga tidak akan menyebabkan kerugian bagi kehidupan di Bumi. Selain itu pembalikan magnetik bumi juga tidak akan terjadi dalam beberapa milenium.

NASA juga menegaskan tidak ada risiko khusus yang terkait dengan badai matahari pada 2012. Puncak badai matahari berikutnya akan terjadi dalam kerangka waktu 2012-2014 tapi diperkirakan tidak akan berbeda dari siklus sebelumnya sepanjang sejarah yang sudah berlangsung.

Sementara NASA menegaskan klaim Nibiru dan cerita-cerita lain tentang planet sejenis tidak ada dasarnya. Jika Nibiru atau Planet X benar-benar sedang menuju bumi pada 2012, maka astronom bisa melacak setidaknya satu dekade terakhir, dan akan terlihat sekarang dengan mata telanjang.

Yang ada adalah Eris dan merupakan planet kerdil Pluto yang akan tetap berada di luar tata surya. Jarak terdekat planet itu sekitar 4 miliar mil. NASA menyebut bumi selalu terancam komet dan asteroid. Namun tabrakan besar sangat jarang terjadi. Terakhir, tabrakan besar terjadi 65 juta tahun lalu yang menyebabkan kepunahan dinosaurus.

Astronom NASA saat ini juga sedang melakukan survei yang disebut Spaceguard Survey untuk menemukan asteroid besar jauh sebelum menabrak bumi. “Kita telah menentukan bahwa tidak ada ancaman asteroid sama besarnya dengan yang membunuh dinosaurus.

“Semua pekerjaan ini dilakukan secara terbuka dengan penemuan-penemuan diposting setiap hari di situs web NEO NASA, sehingga dapat dilihat masyarakat bahwa tidak ada bencana pada 2012,” tulis NASA.

“Tidak ada hal buruk akan terjadi pada bumi pada 2012. Planet kita telah berjalan baik selama lebih dari 4 miliar tahun, dan dapat dipercaya ilmuwan di seluruh dunia tahu tidak ada ancaman yang terkait dengan 2012,” imbuh Don Yeomans.

Senin, 23 November 2009

Arti Sebuah saHabat

Manusia selalu hidup berkelompok. Tiada manusia yang dapat hidup dalam kesendirian. Apabila ada, maka manusia tersebut benar-benar mahluk yang malang dan hidupnya tentu tidak berwarna.”

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.

Cuma segitu arti persahabatan ??

Suatu hari saya meyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.

Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Chika adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

Seorang teman tetap memberi ruang gerak pribadi, privacy sebagai seorang manusia. Dan kita akan berasa deket dengan dia walaupun ga ketemu dan ga kontak dalam waktu yang lama. Karena pertemanan itu pada dasarnya dari ikatan hati. Ga bakal ilang walaupun dimensi jarak memisahakan kita. Kita harus mengkui bagaimanapun juga kita ga bisa menghilangkan dia dari hati kita. Dan tanpa teman, kita ga akan seperti sekarang ini.

Senin, 16 November 2009

Mungkinkah Ini Saat Terakhir?

Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit…. Tililit….Dengan malas Rona menggerakkan tangannya. Ia berusaha meraih handphone yang terletak di atas meja tepat di sebelah tempat tidur dengan mata masih terpejam.

“Ha..lo …”, sahut Rona dengan perlahan setelah memencet salah satu tombol handphone.
“Ya ampun Na! Lu baru bangun ya?” tanya Rara.
“Yaaaa, ada apa sih Ra?” sahut Rona dengan mata masih mengantuk.
“Tumben banget lu kesiangan? Emang semalam lu begadang ya?” tanya Rara lagi.
“Iya nyelesain paper yang disuruh Bu Rani. Weker gue rusak, makanya telat bangun,” jelas Rona perlahan.

“Ohhhh….gitu, ya udah! Sekarang lu mandi dan cepat-cepat kemari ada kabar penting!” perintah Rara.

“Kabar apaan sih Ra?” tanya Rona dengan malas karena merasa tidak akan tertarik dengan kabar dari sahabatnya itu.

“Hari ini Dude masuk sekolah Na!” kata Rara dengan tegas.
Rona yang sedari tadi tiduran dan memejamkan mata, sontak kaget dan langsung duduk dengan membelalakkan matanya.

“Serius Ra?” tanya Rona karena masih ragu dengan Rara.
“Gue gak becanda! Makanya buruan lu kemari,” katanya mencoba meyakinkan.
“Ya udah tunggu gue,” jawab Rona dan kemudian meletakkan handphone-nya di atas meja. Dia bergegas mandi dan bersiap-siap ke sekolah.

Dalam perjalanan Rona terlihat gelisah. Pikirannya bercampur aduk antara senang dan tidak. Pak supir yang sedari tadi mengamati Rona merasa heran. Rona memang sudah sangat merindukan sang pacar Dude, tapi ia juga membencinya. Karena sudah tiga bulan terakhir ini Dude tak masuk sekolah. Dude juga tak pernah memberikan kabar. Dan saat Rona mendatangi rumah Dude, pembantunya tak mau memberikan informasi tentang Dude.

Sahabat dan teman dekat Dude sudah ditanyai Rona, tapi tak satu pun yang tahu. Sedangkan wali kelas dan guru-guru tidak mau memberitahukan apapun tentang Dude, padahal mereka sebenarnya tahu segalanya. Bulan pertama dan kedua Rona seakan tak terima dengan kehilangan Dude yang tiba-tiba. Namun di bulan ketiga ia mulai berangsur pasrah.

Mobil yang dikendarai pak sopir berhenti tepat di depan gerbang sekolah, tanpa mengucapkan apa-apa Rona bergegas keluar dari mobil dan berlari ke arah kelas. Pak sopir hanya diam sambil menggeleng-gelengkan kepala. Saat tiba di kelas Rona langsung menghampiri Rara.
“Ra! Lu serius dengan yang tadi kan?” tanya Rona meminta penjelasan Rara.
“Iya Na! tadi Dude datang kemari dan nyariin lu,” jawab Rara.
“Trus lu ngomong apa sama dia?”

“Ya gue bilang aja lu belum datang. Terus dia pergi dan dia balik ke kelasnya,” jelas Rara.
“Berarti dia masuk sekolah lagi dong?” tanya Rona lagi dijawab dengan anggukan oleh Rara.
“Jadi selama ini dia ke mana ya? Lu nggak tanya sama dia Ra?”
“Nggak, gue ngerasa canggung aja udah lama nggak ketemu dia,” jelas Rara.

Mereka berdua pun terdiam dan merasa heran. Namun Rona nggak mau terburu-buru untuk mendatangi Dude. Dia merasa bahwa Dude yang bersalah dan harus menemuinya terlebih dahulu untuk memberikan penjelasan tentang hubungan mereka.

Rona menunggu dengan gelisah, sampai bel masuk pun berbunyi dan Dude belum datang. Kemudian pada jam istirahat Rona memutuskan tidak ikut Rara ke kantin. Karena Rona berfikir Dude akan datang kembali menemuinya. Namun untuk kedua kalinya Rona salah menduga.

“Dude belum kemari Na?” tanya Rara yang sudah kambali dari kantin dengan dua buah minuman di tangannya.

“Belum Ra.,” menggelengkan kepala dengan wajah kecewa.
“Kenapa ya?” Rara merasa heran diikuti gelengan kepala Rona yang menandakan juga heran.
”Tapi lu tenang aja Na, gue yakin nanti pulang sekolah dia pasti nemuin lu,” kata Rara dengan tegas.

Dan ternyata dugaan Rara benar. Dude sudah berada tepat di depan pintu kelas menunggu. Rona berdiri terpaku, bibirnya terasa beku. Sedangkan Dude juga terlihat sangat gugup, seakan tidak siap bertemu Rona.

Namun kerinduannya yang besar kepada Rona mengalahkan ketidaksiapannya. Rara tidak ingin mengganggu percakapan sahabatnya itu, ia tahu banyak hal yang pasti akan mereka bicarakan. Sehingga Rara memutuskan pulang duluan.

“Hai Na,” sapa Dude dengan lembut.
“Hai…,” jawab Rona singkat.
“Apa kabar?” tanya Dude.
“Baik, kamu?” Rona menjawab pelan.
“Lumayan,” jawab Dude
“Aku antar kamu pulang ya? Sekalian ada yang mau aku omongin”, sambung Dude.
Rona mengangguk. Mereka pun pergi meninggalkan sekolah dengan mengendarai motor yang dibawa Dude. Selama di jalan mereka hanya terdiam, tidak seperti suasana dulu yang begitu dihiasi dengan canda. Dude membawa Rona ke sebuah taman di mana dulu mereka sering menghabiskan waktu berdua. Setelah turun dari motor mereka berdua duduk di kursi yang ada di tengah taman.

“Aku mau minta maaf sama kamu Na, karena selama ini aku nggak ngasih kabar ke kamu,” Dude berusaha memulai pembicaraan.

“Kamu sebenarnya ke mana sih? Kamu tahu nggak, aku udah nyariin kamu ke mana-mana,” Rona merasa tidak tahan lagi menyembunyikan perasaannya.

“A….ku, sakit Na!” jawab Dude dengan sangat lambat.
“Sakit?” Rona merasa jawaban Dude bukanlah hal yang aneh tetapi dia justru heran mengapa hal itu harus disembunyikan darinya.

“Tapi kenapa kamu nggak ngasih tau aku, aku kan pacar kamu jadi aku bisa ngerawat kamu.”
“Aku tahu Na, tapi ini nggak segampang itu.”

“Maksud kamu?” Rona semakin terlihat bingung dengan perkataan Dude yang nggak jelas. Dude terdiam, mukanya terlihat ragu untuk mengatakan yang sebenarnya kepada Rona.
“De? Kenapa kamu diam? Maksud kamu apa?” Rona mengguncang badan Dude, memaksa Dude menjelaskan semuanya. Rona merasa sudah cukup untuk bingung selama tiga bulan ini. Sehingga dia tidak ingin menunda lagi mengetahui apa yang terjadi.

“Aku…aku…aku menderita kanker stadium akhir Na,” jelas Dude dengan perlahan.
“Apa?” Rona terlihat sangat terkejut, ia benar-benar nggak menyangka penjelasan Dude akan seserius itu.

“Selama tiga bulan ini aku menghilang, karena mama membawa aku ke Singapura untuk menjalani perawatan. Di sana aku terapi dan aku sempat kritis Na,” Dude melanjutkan penjelasannya.
”Sekarang aku hanya punya waktu seminggu, setelah itu aku harus balik ke Singapura untuk perawatan selanjutnya.”

“Ya ampun Dude….kenapa kamu nggak ngasih tahu aku?” keluh Rona dan air mata terlihat jatuh di pipinya yang halus.

“Aku takut setelah mendengar semuanya kamu ninggalin aku. Aku kangen banget sama kamu dan aku takut kehilangan kamu Na.” Dude menutup mukanya dengan tangan. Ia menangis layaknya seorang anak kecil.

Melihat kesedihan pacarnya itu hati Rona hancur. Rona meraih tangan Dude dan memegangnya erat-erat. “Aku cinta sama kamu, dan aku cinta kamu apa adanya, aku nggak bakalan ninggalin kamu,” ujar Rona sambil menatap Dude.

“Aku bakal nunggu kamu, sampai kamu sembuh.”

“Tapi penyakitku semakin parah Na, aku nggak tahu kapan bisa balik lagi. Entah itu tiga minggu, tiga bulan, atau mungkin tiga tahun lagi,” tambah Dude dengan air mata yang terus mengalir.
“Aku nggak peduli, aku bakal nungguin kamu. Asal kamu janji berusaha untuk sembuh demi aku,” tambah Rona.

Dude terharu dengan perkataan Rona. Ia merasa semangat hidupnya kembali lagi. “Aku janji sama kamu, aku akan berusaha untuk sembuh.”

Dude langsung memeluk Rona dengan erat. Sudah lama pelukan hangat itu tidak mereka rasakan. Mereka larut dalam kebersamaan itu. Sejenak mereka melupakan semua kesedihan yang ada. Walaupun sebenarnya Rona tahu semua itu tidak akan mudah nantinya. Tapi ia hanya ingin memberikan semangat penuh untuk Dude, karena hanya itu yang bisa ia lakukan saat ini.

Seminggu sebelum keberangkatan Dude ke Singapura mereka benar-benar menghabiskan waktu bersama. Rona hanya ingin memberikan kenangan yang terindah untuk Dude. Kenangan yang mungkin tidak akan terulang lagi. Kenangan yang juga mungkin terakhir Dude rasakan. Mereka berdua benar-benar sadar akan hal itu. Tapi jauh di dalam lubuk hati Rona, ia berharap ini hanya sepenggal kenangan yang nantinya menjadi memori saat mereka menghadapi masa tua bersama.

RENUNGIN....

Ada saat-saat dalam hidup ketika kamu sangat merindukan seseorang

Sehingga ingin hati menjemputnya dari alam mimpi dan memeluknya dalam alam nyata, semoga kamu memimpikan orang seperti itu

Ketika satu pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain dibukakkan

Tetapi acapkali kita terpaku terutama pada pintu yang tertutup,

Sehingga tidak melihat pintu lain yang dibukakan untuk kita

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita miliki sampai kita kehilangannya

Tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya

Semoga kamu mendapatkan kebahagiaan yang cukup untuk membuatmu baik hati cobaan yang cukup untuk membuatmu kuat.
Kesedihan yang cukup untuk membuatmu manusiawi.

Pengharapan yang cukup untuk membuatmu bahagia.

Dan uang yang cukup untuk membeli segalanya

Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kita inginkan

Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dirinya.

Cinta adalah jika kamu

Kehilangan rasa

Gairah, Romantika

Dan masih tetap perduli padanya

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu dam mendapati pada akhirnya bahwa tidak demikian adanya dan kamu harus melepaskannya

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dengan beberapa orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat,

Kebahagiaan tersedia bagi mereka yang menangis, mereka yang disakiti hatinya, mereka yang mencari dan mereka yang mencoba

Karena hanya mereka itulah yang menghargai pentinganya orang-orang yang pernah hadir dalam hidup mereka.!!!

Cinta dimulai dengan sebuah senyuman

Bertumbuh dengan sebuah ciuman

Dan berakhir dengan sebuah tetesan airmata

Hanya perlu waktu semenit untuk menaksir seseorang

Sejam untuk menyukai seseorang

Sehari untuk mencintai seseorang

Tetapi

Diperlukan waktu seumur hidup untuk melupakan seseorang

Bermimpilah tentang apa yang kamu impikan

Pergilah ketempat-tempat kamu ingin pergi

Jadilah seperti yang kamu inginkan

Karena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang kamu inginkan di dunia ini

Namun jangan lupa, Ada kehidupan Lain setelah Hidup ini.

Pandanglah segala sesuatu dari kacamata orang lain.

Apabila hal itu menyakitkan hatimu, sangat mungkin hal itu menyakitkan hati orang lain pula.

Orang-orang yang paling berbahagia tidak selalu memiliki hal-hal terbaik, mereka hanya berusaha menjadikan yang terbaik dari setiap hal yang hadir dalam hidupnya

Jangan tertarik kepada seseorang karena parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya karena kekayaan dapat musnah

Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatnya tersenyum, karena hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah.

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan, bahwa kamu telah bercakap-cakap lama dengannya.

Senin, 09 November 2009

Cinta dan Persahabatan

"Gue gak pernah ngerti, Tia bisa sekejam itu ngeduain gue. Gue gak abis pikir sampai detik ini sama apa yang gue liat tadi siang sampe kata-kata yang dia ucapin ke gue tadi sore. Gue udah berusaha jadi pacar yang terbaik buat dia tapi dia malah..."
"Udahlah lex, gue ngerti kok..." pelita mengusap lembut punggung cowok yg berdiri di hadapannya.
"Gue gak tau deh Ta kalo gak ada lo tadi, mungkin gue udah jadi cowok paling gak punya moral karena mau nampar cewek."
"Lex,percuma lo nyesel atau marah. All never be better!"
"Thanx ya Ta, umm... Lo sama Ardha gimana?"
"Gue? gue juga gak lebih beruntung dari lo..." pelita menunduk.
Alex memeluknya, "lo bisa cerita ke gue kalo lo mau," Pelita terisak di pelukan Alex.
"Gue sama gak ngertinya sama lo. Ardha makin dingin dan gak pernah lagi meratiin gue..." katanya masih terisak, "gue kangen Ardha yang dulu."
Alex mengangkat lembut wajah pelita, ia mengusap air matanya, sesekali membelai rambutnya lembut.
"Gue sedih kalo inget sikapnya..."
dan... Bibir lembut Alex mengunci rapat bibir Pelita yang saat itu tidak menolak tapi justru membalasnya sambil sesekali terisak.
"Lex..." pelita baru menyadarinya setelah alex mengakhiri kecupan lembutnya di bibir pelita.
"Sori Ta, gue gak maksud..."
"Gue juga sori ya..." pelita buru-buru memotong kalimat Alex.
"Ta..." kata Alex pelan, "yang tadi... Gue anter lo balik ya? Sekarang udah malem, bahaya kalo lo pulang sendiri." pelita mengangguk pelan.
@@@
Kejadian dua hari itu meyakinkan Alex yang memang pernah jatuh cinta pada Pelita namun ia harus memendamnya dalam-dalam karena Pelita justru jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Ardha.
“Gue belum pernah berhasil ngelepas dan ngerelain lo, Ta…” kata Alex sambil memandangi foto gadis cantik dengan rambut sebahu itu, “harusnya itu gak gue lakuin malem itu,” sambungnya sambil melipat dua tangannya menutupi wajahnya.
“tok… tok… tok…” Pintu kamar Alex diketuk beberapa kali.
“siapa?”
“kok dikunci sih? Mama nih.”
“iya ma,” dia agak berlari dan membuka pintu kamar lalu mendongakan kepalanya keluar kamar, “kenapa, ma?”
“ada Pelita di bawah.”
“Pelita?? Nyariin aku?”
“iya, udah cepetan temuin dia. kayaknya dia lagi sedih tuh.”
Alex meninggalkan mamanya dan segera meluncur menuruni anak tangga ke lantai bawah. Tampak cewek yang ada di foto tadi dengan stelan baju pink dan rok jeans mininya duduk di ruang tengah.
“Ta,” katanya pelan.
“hai, sori ya ganggu.”
“gak kok. Ada apa?” Alex pun duduk di samping Pelita.
“gue… gue... mau… umm… Lex… itu…”
“kenapa sih?” Alex mulai panik dengan gelagat Pelita yang mulai banyak ba bi bu gak jelas.
“umm… nomer kamu gak ada yang aktif?” walaupun bukan yang sebenarnya ingin Pelita katakan.
“oh, emang kenapa Ta? Ada perlu sama gue?”
Pelita mengangguk, “ada yang pinging gue omongin,” katanya agak tertahan.
“mau di sini aja atau di luar?”
“terserah,” katanya sambil melempar senyum manisnya.
“ya udah, gue ngambil kunci motor dulu, ngobrol sambil makan es krim kayaknya enak?”
Beberapa menit kemudian Alex sudah kembali dengan jaket coklat yang melekat di tubuhnya. Pelita mengikuti langkahnya ke halaman depan. Setelah pamit dengan Mama Alex Pelita pun duduk di bagian belakang motor gedenya Alex.
Sesekali Pelita sempat tersipu dan wajahnya memerah setiap mata mereka bertemu tanpa sengaja, teringat kejadian malam itu mungkin. Yang sangat cepat namun memiliki arti dalam masing-masing untuk keduanya. Mungkin keadaan yang adapun cukup mendukung dimana Pelita sedang Broke dengan Ardha dan Alex baru saja putus dengan kekasihnya Tia yang gak lain adalah sahabat Pelita juga.
@@@
“gue sama sekali gak marah sama kejadian itu, dan gue juga gak nyalahin lo kok Lex… umm… dan lo juga gak perlu ngerasa bersalah gitu. Gue… gue malah mau bilang makasih sama lo. Gue baru sadar belakangan ini lo udah bae banget sama gue. Setiap gue ada masalah sama Ardha lo yang selalu nenangin gue. Tapi… maaf… gue…”
“Pelita, gue gak ada maksud apa apa! Sumpah! Gue gak mau lo salah paham. Kita tetep temenan kan?” katanya menggenggam lembut tangan Pelita, “gue janji bakal usahain ngomong sama Ardha supaya dia gak bersikap seenaknya lagi sama lo.”
Pelita masih membiarkan tangannya hangat dalam genggaman Alex, ia menggeleng pelan, “biarin aja, gue sama dia Break dulu sekarang . Gue kasih dia waktu buat mikirin semuanya.”
Ada sesuatu yang mengganjal dalam hati Alex, ia pingin banget bilang kalau dia sayang banget sama cewek yang ada di hadapannya sekarang. Tapi teringat wajah sahabatnya Ardha ia cepat-cepat membuang perasaan itu.
“oia, lo jadi kuliah dimana? Atau masih belum dapet pilihan universitas?” Tanya Pelita sambil sesekali menyuap eskrim ke mulutnya.
“umm… masih belum tahu. Bokap sih nyuru ke Ausie kayak kakak cewek gue. Tapi…” tapi aku gak mau jauh dari kamu… tambahnya dalam hati.
“tapi?”
“gak, gue pengen universitas dalam negeri aja. Males kalo harus beradaptasi sama orang-orang luar.”
“kalo lo ke luar negeri gak ada lagi dong yang baik sama gue,” Pelita tersenyum manis, “lo udah kayak kakak gue Lex, ya secara gue kan anak tunggal.”
Kakak?! Alex Cuma tersenyum kecut mendengar kalimat akhir ucapan Pelita.
“gue juga ngerasa kayak punya ade cewek, makanya gue gak mau lo sedih…” katanya agak tertahan.
@@@
Sore, di Kamar Alex,
“lo brengsek Lex!” Ardha memukul kuat-kuat dinding kamar Alex.
Alex Cuma menunduk, “sumpah semuanya gak kayak yang lo pikirin.”
“ini!” ia melempar beberapa lembar foto Alex dan Pelita sedang jalan bareng dan ada sebuah foto yang membuat Alex terdiam. Itu foto saat Pelita dan Alex berciuman dulu.
“lo masih mau nyangkal?” Bagas, sahabat merekapun ikut bicara, Alex semakin merasa terpojok.
“kita sahabatan dari kecil Lex, masa lo mau nusuk dari belakang sih?” Guntur yang berpawakan paling gemuk mulai mengamati foto-foto itu satu persatu.
Mereka berempat ada sahabat baik dari masih kecil. Bagas, cowok indo Jerman yang hobinya maen basket dan masih jomblo karena takut sakit hati kalo pacaran. Guntur yang walaupun berbadan paling gemuk tapi nomer satu kalo udah nyangkut taktik dan trik ngegaet cewek. Ardha yang paling emosional dari yang lainnya, dan Alex yang paling dewasa dari keempatnya.
“oke, gue yang salah. ”
“iya, emang lo yang salah!” Ardha mulai melayangkan tinjunya ke wajah Alex hingga bagian sekitar hidungnya agak memar.
@@@
Seminggu Alex seperti hilang dari bumi, Pelita sampai kebingungan bagaimana cara menghubunginya. Sudah beberapa hari terakhir sebelum ia mulai menghindari Pelita, sebelum kejadian di kamar Alex tentunya Pelita dan Alex hampir tiap hari bertemu dan jalan bareng. Sampai hari ini Pelita benar-benar merasa kesepian tanpanya.
Walaupun malu kalau harus mengunjungi rumahnya, Pelita gak punya cara lain dia mendatangi rumah Alex dan ia mendapatkan cowok yang udah dicari-carinya itu sedang duduk di ruang keluarga sendirian.
“kok lo ngilang sih?” kata Pelita dengan ke dua tangan ditekuk di pinggang dan memasang wajah kesal.
“Ta?”
“nyebelin tau gak! Gue sms gak ada yang dibales, telepon juga gak ada yang lo angkat. Gue kan khawatir Lex, lo sampe gak ngasih kabar seminggu ini,” katanya langsung duduk di samping Alex.
“maaf,” katanya mengusap lembut rambut Pelita.
Pelita langsung menyandarkan kepalanya manja di lengan Alex.
“gue kangen tau…” katanya pelan, tapi masih terdengar Alex dan cowok itu tersenyum tanpa di lihat Pelita.
“Lex, gue pingin bilang sesuatu… gue…”
“oh gini?! Gini cara kalian selingkuh dibelakang gue! Ta, lo cewek paling picik yang pernah gue temuin! Dan lo Lex lo sahabat paling brengsek yang pernah gue punya!”
Pelita dan Alex terperanjat kaget melihat Ardha yang sudah ada di hadapan mereka begitu juga Bagas dan Guntur.
“Ar, ini semua masalah kita, Pelita gak tau apa-apa!”
“Gak tau apa apa?! Lo lagi peluk-pelukan gitu, hah!!”
“kamu kenapa sih Ar?” Pelita berdiri dan menghampiri kekasihnya yang sedang dalam status Break.
Ardha menarik tangan Pelita dan memberikan amplop kepadanya, “apaan nih?” Pelita terlihat bingung dan membuka isi amplop itu perlahan.
Ia Cuma memandanginya dalam-dalam tanpa mengucapkan apapun, sesekali ia melihat ke arah Alex dan Ardha bergantian. Wajah manisnya mendadak pias. Baru saja ia akan meyakinkan hatinya kalau dia jatuh cinta pada cowok yang terlihat di foto sedang menggandeng tangannya dan dalam sebuah foto cowok itu sedang memeluk dan mencium bibirnya. Alex… air matanya menetes di atas foto-foto itu.
“udah sadar kan kalo dia brengsek! Di ngerayu pacar sahabatnya sendiri! Di…” Ardha menunjuk ke arah Alex.
“Gak! Cukup Ar! Kamu gak berhak ngehakimin dia kayak gitu! Ini juga salah Aku bukan Cuma salah dia!” Pelita teriak di sela tangisnya, “dia yang selalu ada buat aku, dia yang buat aku ngerasa nyaman, dia yang ada waktu kamu mulai gak peduli lagi sama aku, dia yang ada waktu kamu lebih sibuk sama masalah kamu, aku kesepian Ar… kamu mana tau!! Alex, Cuma dia yang ada buat aku…”
“Guys,” Alex mendekat, “semua murni salah paham…” Alex malepas napas panjang dan, “gue mau buat pengakuan sama kalian. Gue juga udah cape ngimpen ini semua sendiri. Gue juga tersiksa sama perasaan gue sendiri. Udah setahun lalu gue Cuma bisa nyimpen perasaan ini… Gue… gue pernah jatuh cinta gue pernah sayang banget sama Pelita, tapi itu dulu dan udah gak berlaku semenjak lo jadian sama dia.” Alex menunjuk lurus ke arah dada Ardha, “gue udah nyimpen dan ngubur perasaan itu jauh-jauh sejak gue tahu cowok yang Pelita sayang tuh Cuma lo!”
Pelita tersentak, kenapa dulu… dan kenapa aku baru tau dan merasakan perasaan ini sekarang…
“beberapa hari lalu gue Cuma gak mau Pelita terlalu sedih berlarut-larut karena masalah lo dan dia. dan… dan… kejadian itu murni kecelakaan!”
“PLAAAK!” Pelita menampar kencang wajah Alex, dan dia pergi berlari keluar.
Maaf Ta… Buat aku sahabat lebih penting dari cinta ini…

@@@
Pagi, di rumah Pelita,
Setangkai mawar putih dan secarik kertas dengan amplop merah muda tergeletak di lantai saat Pelita membuka pintu untuk menghirup udara pagi itu.

Kamu lebih berharga dari apapun yang pernah ku punya.
tapi maaf PERSAHABATAN untuk ku lebih penting dari cinta ini
ku harap kamu mengerti
mungkin CINtA ku padamu memang harus mati atas nama PERSAHABATAN.

Maaf karena aku mencintaimu
Terimakasih untuk kenangan paling manis yang kamu kasih
Selamat tinggal cinta…

@@@
Alex…

Pelita terjatuh lemas, masih digenggamnya mawar putih dan secarik kertas merah muda yang basah oleh air matanya. Sebentar matanya menerawang jauh ke langit pagi itu, ia menarik napas dan menghirup udara pagi dalam-dalam. Akhirnya ia bangun dan berlari ke luar halaman rumahnya, rumah Alex yang memang tak terlalu jauh dari rumahnya, dalam lima menit dan masih dengan napas yang tersengal-sengal ia membuka gerbang rumah Alex.
“Pelita,” Ibu Alex yang sedang menyiram tanaman menghentikan pekerjaannya ketika melihat gadis manis itu masih terisak di halaman rumahnya.
“Tante, Alexnya ada?”
“Alex? Loh kamu gak tahu? Hari ini tadi subuh-subuh dia sudah berangkat ke bandara.”
“bandara?”
“ia, dia memutuskan akan melanjutkan kuliahnya di sana.”
Alex kenapa kamu pergi ninggalin aku? Setelah bikin aku sayang sama kamu… setelah kamu bikin aku gak mau kehilangan kamu… sekarang aku harus gimana buat kasih tahu kamu tentang perasaan ini… aku sayang kamu Lex… kalau jatuh cinta pada pacar atau mantan kekasih sahabat sendiri adalah dosa beri tahu aku bagaimana cara mengelak dan pergi dari perasaan ini? Aku gak bisa mengatur perasaan ku sendiri…? Tapi percuma semua sudah terlambat… Teriaknya dalam hati dengan butiran air mata yang menetes semakin membasahi pipin

ThE eNd...selamat menikmati jgn lopa komentarnya ya....tq

Jumat, 06 November 2009

Aku Takkan Memiliki

Kau di hatiku
S’lalu menjadi pujaanku
Kau di jiwaku
Mengalir di dalam darahku

Yang terdalam
Yang sama pernah kurasakan
Yang terindah
Yang takkan kulupakan

Tapi takkan ku miliki
Semua cinta di dirimu
Karna kau telah memilih
Satu cinta teman baikku

Ku tak ingin
Hancurkan rasa di hatimu
Ku tak ingin
Hancurkan persahabatanku

Kau memulai
Dua cinta yang kau jalani
Dan tak akan
Kuharapkan cintamu

Aku takkan memiliki
Semua cinta di dirimu
Karna kau telah memilih
Satu cinta teman baikku
Semua kan jadi kenangan
Yang tersimpan dalam hidupku
Yang takkan pernah terjadi
Saat cinta seperti dulu

Tapi takkan miliki
Aku takkan memiliki
Tapi takkan miliki
Aku takkan memiliki

Rabu, 04 November 2009

COWOK SIALAN

idih najis bgt gw...seumur2 gw ketemu cow yg amat sangan memuakkan...amid2 jgn sampe gw bisa baek ma dia cuih...brengsek bgt sich kenal aja ga da maki2
gw sumpain ga da cew yg mau ma dia sampe bangkotan...
sok ckp bgt sie di obral aja gw ogah ...
brengsekkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
anjinkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk
susuw dech....!!!!!!!!!!!!!

Selasa, 03 November 2009

SALAH JALAN

Dua orang programer sedang mengemudi lewat jalan tol. Ketika menghidupkan radio mereka mendengar sebuahpengumuman: “Para pengendara diharap waspada, ada sebuah mobil berjalan kencang melawan arah di jalan tol.”


Programer di samping pengemudi menengok ke temannya dan berkata heran, “Sebuah mobil? Kayaknya ada ratusan mobil yang melawan arah tuh.”

ARTI NAMA ORANG JAWA

Dibalik nama-nama pria Jawa sesungguhnya ada harapan tertentu dari orangtuanya, agar anaknya kelak bisa sesuai yang diharapkan.
Contohnya:
Pandai menanam bunga, diberi nama Rosman.

Pandai memperbaiki mobil, diberi nama Karman.
Pandai main golf, Parman.
Pandai berdagang, Saliman.
Pandai melukis, Saniman.
Pandai dalam korespondensi, Suratman.
Gagah perkasa, Suparman.
Kuat dalam berjalan, Wakiman.
Berani bertanya, Asman.
Ahli membuat kue, Paiman.
Agar jadi orang kaya, Sugiman.
Agar besar nanti padai cari muka, Yasman
Suka begituan, Pakman
Suka makan toge goreng, Togiman
Selalu ketagihan, Tuman
Suka telanjang, Nudiman
Selalu sibuk terus, Bisiman
Biar pinter main game... Giman
Biar bisa sering cuti... Sutiman
Biar jadi juragan sate... Satiman
Biar jadi juragan trasi... Tarsiman
Biar pinter memecahkan problem... Sukarman
Biar kalau ujian ndak usah mengulang... Herman
Biar pinter bikin jus... Yusman
Biar jadi orang yang berwibawa... Jaiman
Biar jadi pemain musik... Basman
Biar awet muda... Boiman
Biar pinter berperang... Warman
Biar jadi orang Bali .... Nyoman
Biar jadi orang Sunda... Maman
Biar lincah seperti monyet.... Hanoman
Biar jadi orang Belanda... Kuman
Biar tetep tinggal di Jogja... Sleman
Biar jadi tukang sepatu handal... Soleman
Biar tetep bisa jalan walau ndak pake mesin.... Delman

CERLUT: KENAPA KRAN INI MATI SAUDARAKU

Ketika si achmad sedang berada di Mekkah, dia hendak mengambil wudhu untuk shalat...tapi malangnya kran air untuk whudu' itu ternyata mati/tidak keluar airnya..Achmad pun bingung..mau bertanya tapi gimana caranya, karena achmad sama sekali emang gak ngerti bahasa arab, kecuali yang lazim dipakai di Indonesia...

Lama achmad terdiam didepan kran tersebut, tak lama kemudian achmad pun tersenyum lebar, "oh iyaa yaa aku ingat" kata achmad dalam hati seperti mengingat sesuatu... dengan sigap diapun memanggil seorang arabian yang tengah duduk didalam serambi Makkah.

"Ya Syaikh...tolong sebentar" teriak achmad memanggil orang tersebut.

Orang tersebut menghampiri achmad, dan segera si achmad menarik orang arab itu menuju kran yang mati tersebut.
Dan dengan sigap si achmad berkata kepada si orang arab itu :

Achmad : "Ya syaikh... Aqua...Aqua. ."sambil menunjuk kearah kran tersebut (mungkin maksudnya air-air)

Si Syaikh pun mencoba mengerti maksud achmad dan diapun bertanya :
"Limaadza bi hadza yaa akhiii" (kenapa kran ini wahai saudara)

dengan pedenya achmad pun menjawab :
"Yaa Aquaaa Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiii'uunnn"

Cerita Lucu BAU BADAN

Tak lama kemudian, seorang karyawan yang 'jujur' berteriak sambil berusaha meraih kursinya, "Aduh baunya, siapa ya yang punya masalah dengan deodorant?, Salah merk kali yang dibeli?"
Mendengar kalimat itu, Mamat spontan bicara, "Pastinya bukan aku, soalnya aku sedang tidak pakai!"

D’Masiv – Diantara Kalian


Ku akui ku sangat sangat menginginkan mu
Namun kusadari ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Ku akui ku sangat sangat mengharapkan mu
Tapi kini ku sadar ku tak akan bisa
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

Lupakan aku kembali padanya
Aku bukan siapa siapa untukmu
Ku cintaimu tak berarti bahwa ku harus milikimu slamanya

aaa…aaa…

Ku akui ku sangat menginginkan mu
Tapi kusadari ku diantara kalian
Aku tak mengerti ini semua harus terjadi

hmmm

Masa lalu adalah masa lalu (past), masa depan adalah masa depan (future). Tetapi masa kini adalah hadiah. Oleh karena itu disebut present. We live for today…so don’t look back.

renungkanlah...

Alasan kenapa temen bisa jadi demen sama pacar sahabat sendiri.

  1. Hampir semua kesalahan berasal dari kamu sendiri. Kamu mungkin terlalu banyak cerita masalah pacar ke sahabat mu. Sehingga membuat sahabat mu pusing untuk mendengar cerita mu. Yang pasti rasa bosan yang terus menyelimuti sahabat karena topik yang dibahas hanya itu-itu doang(pacar kamu).
  2. Ceritain kebaikan pacar ke sahabat. Dari keseringan cerita itu, akhirnya menyebabkan semua terjadi. Apalagi kalau kamu sering ceritain semua kebaikan pacar sendiri. Kita nggak bisa tahu loh pacar seperti apa yang sebenarnya menjadi idaman sahabat. Ada pepatah mengatakan ”lain dimulut, lain di hati”. Apalagi kalau sahabat udah angkat bicara soal kebaikan pacar mu.
  3. Sering terjadi pertemuan diantara mereka. Mungkin kamu sering menemui pacar bersama sahabat mu. Sedangkan Rasa cinta akan timbul ketika seseorang sering bertemu dengan lawan jenisnya dan saling berkomunikasi dengan baik. Pertemuan antara kamu, pacar, dan sahabat itu akan menjadi puncak dari semua.
  4. Merasakan ada kecocokan diantara mereka. Karena sering nya pertemuan antara kamu, pacar, dan sahabat, membuat mereka menjadi lebih mengetahui satu sama lain. Dan parahnya lagi, kalau ternyata pacar kamu adalah sosok seseorang yang pas untuk sahabat mu.

5. Pacar sering sharing ke sahabat melalui handphone. kalau pacar udah sharing ke sahabat kamu, mending cepat-cepat deh cari solusi yang pas untuk ngatasin semua, yang nggak buat hubungan kamu, pacar dan sahabat bisa berantakan.

Semua yang kalian takutkan pasti tidak akan terelakan lagi. Maka dari itu aku punya beberapa tips untuk menghindari semua peristiwa itu.

1. Jangan terlalu sering menceritakan semua tentang pacar mu ke sahabat. Apalagi kebaikan pacar. Mungkin kamu bisa mengubah topik pembicaraan. Bisa masalah keluarga, teman, dll.

2. Jika ingin bertemu dengan pacar, jangan terlalu sering menemuinya bersama sahabat. Bersama sahabat boleh, tapi jangan terlalu sering.

3. Melihat situasi dan kondisi. Kalau sahabat masih single, jangan sekali-kali memancing dengan cara diatas. Karena semua bisa aja terjadi.

4. Harap-harap cemas untuk memberi nomor handphone. bukan bermaksud untuk menjauhkan sahabat dengan pacar, tapi sebagai cara untuk tidak terjadi hubungan diam-diam diantara mereka.

Senin, 02 November 2009

  1. Cinta tak hrs berakhir bahagia. Krn cinta tdk hrs berakhir. Cinta sejati mendengar apa yg tdk dikatakan dan mengerti apa yg tdk dijelaskan, sebab cinta tdk datang dr bibir dan lidah atau pikiran. Melainkan dari HATI.
  2. Jika kamu mencintai, kamu harus siap untuk menerima penderitaan. Karena jika kamu mengharap kebahagiaan, kamu bukan mencintai melainkan MEMANFAATKAN.

hmmm

hari ini ga ada sesuatu yg berarti..
kaya biasana maen audi ...n tdran...inilah hari2q yg membosankan...

Minggu, 01 November 2009

“Eh,Din ! Idung kamu berdarah tuh!”, ujar tya , teman akrab Dinda, panik.
“Eh, iya-yah..., kok aku gak sadar?”, dinda mendongakkan kepalanya sambil melap hidungnya dengan sehelai tissue berharap darahnya tak mengucur lagi.
“ Emang suka mimisan kayak gitu yah?”, Tanya tya “ Akhir-akhir ini sih emang sering kayak gini, gak tau juga kenapa bisa kayak gini.”,jawab dinda , kemudian entah mengapa tiba-tiba ia merasa sangat pusing, seolah-olah ada batu besar yang menghantam kepalanya. Dinda pun mengerang kesakitan,
“Aaaaarggh..., sakit....”
“ Kamu kenapa, din ??”, lagi-lagi, tya terlihat panik melihat teman kesayangannya itu kesakitan.
“ Kepala gue...., kepala gue sakit banget......”, dinda menggenggam lengan tya, tak lama kemudian, dinda pingsan.

“Adek sering mimisan?”, tanya seorang lelaki dengan jas putih dan stetoskop yang melingkar di lehernya.
“ Sebulan terakhir ini emang sering banget, dok.”, jawab dinda .
“ Sering pusing, sampai pingsan?”, tanya dokter itu lagi.
“ Pusing sih iya, tapi yang kemaren yang paling parah, sampai pingsan gitu.”
“ Hmm....”
“ Saya sakit apa, dok?” tanya dinda penasaran
“ Panggil orangtua kamu ke sini. Saya perlu bicara dengan mereka.”, ucap dokter dengan nada yang sangat misterius, membuat suasana semakin tegang.
“ Orangtua saya jarang banget pulang, kemaren aja berangkat ke luar kota , palingan sebulan lagi mereka baru balik. Dokter kasi tau saya aja...., emang saya sakit apaan sih dok??”, desak dinda , cemas. Perasaannya mulai galau.
“ Tapi ini berat untuk dihadapi sendiri, nak. Orangtua kamu harus ada di sini..., kita tunggu sampai orangtua kamu kembali, baru saya kasi tau hasil general check up kamu ini...”, ucap dokter
“ Apapun kenyataannya, saya bakalan tabah kok, dok! Saya penasaran sekali dengan hasilnya...”, dinda semakin mendesak, dokter kelihatan mendesah.
“ Hhhh..., baiklah kalau itu mau kamu. Hasil general check up kamu 3 hari yang lalu menunjukkan bahwa..., kamu terserang penyakit kanker darah..., leukemia stadium akhir..”, dinda terpanah, ia terlihat berusaha mencerna kata-kata yang baru diucapkan dokter tadi.
“Leukemia, dok...?”, ulang dinda , seolah tak percaya.
“ Iya, leukemia. Hasil pemeriksaan ini menunjukkan bahwa kadar sel darah putih kamu lebih banyak daripada sel darah merah kamu. Jadi....”
“Dok.....,dokter pasti becanda kan...?”, dinda tergagap.
“ Sungguh saya tidak pernah berani untuk bercanda dengan hal-hal seserius ini.”
“ Tidak..., ini tidak nyata..., gue cuma mimpi....”, ujar dinda dengan suara yang bergetar. Dokter itu lalu menepuk-nepuk pundaknya.
“ Ini nyata, nak. Kamu yang sabar yah...., orangtua kamu mesti tau hal ini.”
“Mereka tak perlu tau,karena mereka memang gak mau tau...”, ucap dinda , lirih.
Sebulan telah berlalu. Dinda makin jarang ke sekolah. Tubuhnya mulai melemah. Botol-botol obat penghilang rasa sakit berjejer dengan angkuhnya di atas meja belajar dinda . Hari ini, dinda sedang beristirahat lagi di rumah karena rasa sakit kepalanya tak kunjung sembuh. Hari itu juga, ayah dan ibunya baru tiba dari perjalanan panjang mereka. Ibunya lalu masuk ke dalam kamarnya.
“ Halo, sayang....! liat, mama bawa oleh-oleh apa ??...?”, oceh mamanya tak karuan. Dinda tetap beristirahat sambil memainkan komputer kesayangannya.

“ Eh mama. Tumben pulang.”, ucap Dinda singkat.

mama rindu banget ama kamu. Rasanya pengen ngelus-ngelus rambut kamu..”, ucap ibu Dinda lembut sambil duduk di pinggir ranjang kepunyaan Dinda .

“ Udahlah..., gak perlu peratiin Dinda . Dinda udah biasa dengan ketidakhadiran mama di samping Dinda .”, Dinda terdengar sinis. Ibunya kaget.

“ Kamu kok ngomong gitu sih, sayang...? Mama bener-bener rindu loh sama kamu....”, ibunya kini mulai mengusap-mengusap kepala Dinda , tapi Dinda lalu menepis tangan ibunya.

“ Gak usah sok perhatian.”, Dinda bangkit dari ranjangnya kemudian dengan terhuyung-huyung, ia lalu keluar dari kamarnya. Ibunya mengikuti dari belakang.

“ Kamu kok lemes banget? Kamu sakit yah?”, ujar ibunya dari belakang, Dinda cuma menggeleng sambil terus berjalan. Ketika sampai di ruang makan, ia lalu duduk dan minum segelas air.

“ Kamu sakit sayang...., tuh bibir kamu pucat banget....! Mama periksa yah?”, ibunya mulai menyentuh kening Fano. Fano lagi-lagi menepis tangan ibunya, kali ini dengan sangat kasar.

“ Udah Dinda bilang, gak usah sok perhatian!”, Dinda meneriaki ibunya, kemudian keluar dari rumahnya.

Din..., kamu kenapa sih sayang....?”

“Papa..., Dinda kok aneh banget sih....?”, tanya ibu Dinda sambil memainkan anak rambutnya. Ia kini sedang menikmati waktu sore bersama suaminya.

“ Aneh gimana? Perasaan anak itu dari dulu aneh?”, jawab ayah Dinda sinis.

“ Papa sih yang suka kasar sama dia! Jadinya kayak gitu deh...”, ibu Dinda mulai terisak, ayah Dinda lalu terdiam. Koran yang sedari tadi ia baca ia letakkan di atas meja.

“ Dia yang gak mau berubah seperti yang papa mau! Buat apa anak kayak gitu dihalusin???”, ayah Dinda setengah berteriak, sang ibu lalu berlari masuk ke kamar dengan berlinangan air mata.

Papa cuma pengen Dinda seperti yang papa inginkan

“Papa boleh masuk?”, ayahnya muncul dari balik pintu kamar Dinda , Dinda mengangguk.

“ Kamu sakit?”, tanya ayahnya singkat. Dinda hanya menggeleng.

“ Kok gak sekolah?”, tanya ayahnya lagi.

“ Udah berapa hari papa gak liat kalender? Hari ini kan tanggal merah.”, ucap Dinda santai, ayahnya terlihat menahan emosinya.

“ Ya udah. Papa cuma mau pamit, hari ini papi berangkat keluar kota . . Kamu baik-baik yah di rumah.”, ucap Ayahnya, kemudian pergi dari kamarnya. Dinda lalu bangkit dan meraih segelas air di atas mejanya dan meminum beberapa pil. Tapi, entah kenapa tiba-tiba kepalanya sakit bukan kepalang, beberapa tetes darah mulai mengucur lagi dari hidungnya. Tak lama kemudian, ia ambruk.

Dinda tersadar, ia kini berada di sebuah kamar beraroma obat-obatan yang menyengat. Terdapat beberapa benda elektronik melengkapi ruangan dingin itu. Bi Iyem yang setia menunggu di sampingDinda , ikut terbangun ketika merasakan gerakan-gerakan Dinda .

“ Eh non dinda udah bangun....”, dinda tersenyum kaku.

“ Aku pingsannya berapa jam, bi?”, tanya Dinda dengan suara parau.

“ Waduh...., kata dokter bukan pingsan lagi! Tapi koma! Non dinda koma udah sebulan lamanya.”, Fano kaget, gue koma...?

“ Eh, Mama ama Papa pernah nelpon gak?”, bi Iyem menggeleng, Dinda tersenyum kecut.

“ Gak ada yang peduli ama gue, buat apa gue idup?”, bi Iyem Nampak bingung, ia tak tahu harus menanggapi kata-kata Dinda dengan cara apa.

Dinda akhirnya keluar dari rumah sakit, setelah menolak untuk menjalani kemoterapi yang memungkinkan untuk menyembuhkan penyakit ganas yang telah menggerogoti seluruh tubuhnya itu. Ia sudah capek hidup di dunia, ia ingin mati saja.

Ia menidurkan badannya yang sudah teramat lemah. Sepertinya ia benar-benar sudah siap untuk mati. Diraihnya hp kesayangannya kemudian memutar sebuah lagu. Tak lama kemudian, suara berat nan syahdu kepunyaan Gerard Way terdengar sangat sedih. Kelopak mata Dinda perlahan-lahan menutup, nyawanya seolah telah berada di kerongkongannya. Tak kurang beberapa detik, Dinda menghembuskan napas terakhirnya. Ia telah pergi, pergi tanpa kesan terakhir pada orangtuanya. Sungguh ironis...

“...That if you say goodbye today,I'd ask you to be true.....,cause the hardest part of this is leaving you....”

Saya pernah datang, saya sangat patuh...saya akan pergi ...

hmmm...

aku gak pernah ngerencanain apa yg akan ku lakukan hari ini....aku ngikutin aja kemana langkahku pergi....kalau keutara ya keutara , kebarat ya aku kebarat.... kadang kalau dalam gelap aku ngerasa takut...tp karena malam aku bisa sembunyi. ..."aku sakit , tp aku gak mau dikasihani bila aku sakit...."."Dan aku gak mau dikasihani..."

D’Masiv – Jangan Menyerah


tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
kita pasti pernah
dapatkan cobaan yang berat
seakan hidup ini
tak ada artinya lagi

reff1:
syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik

tak ada manusia
yang terlahir sempurna
jangan kau sesali
segala yang telah terjadi

repeat reff1

reff2:
Tuhan pasti kan menunjukkan
kebesaran dan kuasanya
bagi hambanya yang sabar
dan tak kenal putus asa

Eren – Takkan Pisah


sayang aku ingin berbicara kepadamu
tentang apa yang tengah aku rasakan
ada apa, ada apa katakanlah semuanya
ku kan dengarkan duhai cintaku
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
bila nanti orang tuamu meridhoi dengan
apa yang ku rasakan padamu
semua orang tua ingin yang terbaik untuk anaknya
begitu pun orang tuaku

kau takkan tinggalkanku
takkan pernah, sayangku
janjimu janjiku untukmu

reff:
takkan ada yang pisahkan kita
sekali pun kau telah tiada
akan ku pastikan
ku kan memeluk menciummu di surga

jangan kau pergi tinggalkan aku
bawa aku ke mana kau mau
janji ku padamu
jiwa dan ragaku mati pun ku mau